RSS

Avian Influenza-A

27 Mar

Apakah Avian Influenza ?

      Avian Influenza atau selsema burung adalah sejenis penyakit menular pada unggas (ayam, itik dan burung-burung). Avian influenza disebabkan oleh virus Influenza tipe A. Virus ini memiliki banyak subtipe. H5N1 adalah tipe avian influenza yang banyak menyebabkan kematian saat ini. 

       Avian Influenza

       Virus avian Influenza termasuk dalam Virus influenza tipe A. Dua tipe lainnya adalah virus influenza tipe B dan virus influenza tipe C. Ketiga tipe virus ini termasuk dalam famili Orthomyxoviridae yang dapay dibedakan berdasarkan perbedaan sifat antigenik yang terdapat pada nukleoprotein (NP) dan matriks (M) (Horimoto & Kawaoka, 2001; Whittaker 2001). Virus influenza tipe A dapat menyebabkan epidemik dan pandemik pada unggas dan mamalia termasuk manusia (Clavijo et. al. 2001). Virus influenza tipe B dan C terutama dapat diisolasi dari manusia dan umumnya bersifat kurang patogen dibandingkan dengan virus influenza tipe A. Berdasarkan analisis filogenetik, virus influenza tipe A dan B mempunyai hubungan yang lebih dekat dibandingkan dengan virus influenza tipe C (Suzuki & Nei, 2002). Genom virus influenza tipe A berupa RNA untai tunggal, sense negatif, sepanjang kurang lebih 13.588 nukleotida yang tersusun dalam 8 segmen yang menyandi 10 macam protein. Kedelapan segmen tersebut adalah PB2, PB1, PA, HA, NP, NA, M (M1 dan M2) serta NS (NS1 dan NS2) (Harimoto & Kawaoka, 2001). Virus ini mempunyai envelop dengan lipid bilayer yang berasal dari hospes dan ditutupi dengan sekitar 500 tonjolan glikoprotein yang mempunyai aktivitas hemaglutinasi dan neuraminidase. Aktivitas ini diperankan oleh 2 glikoprotein utama pada permukaan virus yaitu hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA) yang berada dalam bentuk homotrimer dan homotetramer.  Analisis serologis dan genetik pada VAI dapat diketahui adanya 16 macam HA dan 9 macam NA. Diantara VAI yang sering menimbulkan penyakit serius pada unggas terutama adalah yang mempunyai hemaglutanin H5, H7 dan kadang-kadang H9. Susunan asam amino protein HA, NA serta protein NS dan PB2 ikut berperan dalam sifat antigenik, virulensi dan spesifitas virus terhadap hospes. Kemampuan VAI untuk melakukan mutasi dan reasorsi genetik memungkinkan virus untuk berubah sifat antigeniknya, patogenitasnya serta spesifitas hospesnya. 

Variasi antigenik pada virus AI dapat ditemukan dengan frekwensi tinggi dan terjadi melalui dua cara yaitu shift dan drift. Shift antigenik dapat timbul akibat pertukaran atau pencampuran gen yang terjadi pada 2 atau lebih virus influenza tipe A sehingga terjadi penyusunan kembali suatu galur virus baru yang bermanifestasi sebagai subtipe virus AI baru. Shift antigenik terjadi oleh adanya perubahan struktur antigenik yang bersifat minor pada antigen permukaan H dan/atau N dan dapat ditemukan pada virus influenza tipe A dan B. Drift antigenik berlangsung lambat, tetapi progresif dan cenderung menimbulkan penyakit yang terbatas pada suatu kawasan. Mutasi pada materi genetik dapat menimbulkan perubahan polipeptida virus, yaitu sekitar 2 – 3 kali substitusi asam amino per tahun (Capua et. al. 2000).   

BIOLOGI MOLEKULER VIRUS INFLUENZA-A

Struktur dan Genom

      Influenza dibagi menjadi 3 yaitu :

– Influenza A (menginfeks unggas)

– Influenza B (menginfeksi manusia tetapi tidak berbahaya)

– Influenza C (masih kurang diteliti) Pembedaan ketiga jenis virus influenza tsb berdasarkan protein NP dan protein matriks (M). 

Virus influenza A dan B sangat mirip, memiliki genom berupa RNA yang terfragmentasi menjadi 8 (8 segmen RNA).

Delapan segmen RNA tsb menjadi 10 buah protein, diurutkan berdasarkan ukuran yaitu :

Delapan segmen RNA tsb menjadi 10 buah protein, diurutkan berdasarkan ukuran yaitu :

1. gen PB2 : menyandi polimerase B2 (PB2)

2. gen PB1 : menyandi protein polimerase B1 (PB1)

3. gen PA : menyandi polimerase A Ketiga protein diatas adalah sub unit dari RNA polimerase yang berperan dalam replikasi virus.

4. gen HA : menyandi protein yang disebut Haemaglutanin (mengumpalkan darah); fungsi protein ini adalah menempelkan virus pada sel inang.

5. gen NP : menyandi protein nukleokapsid

6. gen NA : menyandi protein dan enzim neuramidase, berperan dalam memotong residu asam sialat yang ada pada molekul haemoglobin. 

7. gen M : menyandi 2 buah protein matriks yang disebut M1 dan M2. M1 berikatan dengan ribonukleoprotein sedangkan M2 sebagai ion chanel.

8. gen NS : menyandi dua buah protein : NS1 dan NS2. NS1 berperan dalam membantu transport RNA ke nukleus dan translasi dari RNA. NS2 berperan dalam mentransport ribonukleoprotein yang baru terbentuk untuk memperlancar perkembangbiakan virus.

REPLIKASI

Virus masuk/menempel pada sel unggas melalui reseptor. Bagian yang menempel adalah bagian HA, Virus Influenza akan diinternalisasi melalui proses endositosis. Partikel virus akan diselubungi oleh membran sel inang.

Pada saat membentuk endosom, M2 dari virus akan menyerap H+ dari lumen endosom masuk dalam matriks sehingga pH di lumen turun, furin dari sel inang akan memecah HA.

Protein HA akan mengalami perubahan konformasi hingga endosom akan pecah dan virus akan dilepaskan disitoplasma sel inang. Lipid virus akan berfusi dengan lipid sel inang membentuk membran bilayer  Infeksi virus sangat dipengaruhi oleh adanya reseptor virus pada sel inang.  Pembagian subtipe virus influenza A didasarkan pada jenis H dan NA. H terdapat 16 jenis dan NA 9 jenis sehingga jumlah tipe total 16 x 9. Adanya tipe H1N1, H5N1 dll didasarkan pada jenis H da NA ini. Semua sutipe tersebut ditemui ada pada unggas. Semua subtipe tsb awalnya tidak menginfeksi manusia. Akibat mutasi pada virus hingga dapat menginfeksi manusia.  Pada saluran pernafasan unggas terdapat reseptor a-23 pada manusia a-26 (protein-galaktosa-sialat). Virus influenza A terikat pada reseptor a-26.

Virus dapat bersifat High pathogenic atau low pathogenic. Kejadian virus inf. A. unggas dapat menginfeksi dan tidak lagi efesien diberikan tamiflu dapat terjadi apabila virus mengalami : Reassorment : pencampuran dua genom virus. Pada babi terdapat a-23 dan a-26.pada babi juga reassorment dua tipe virus dapat terjadi. 

Virus yang telah masuk ke dalam sitoplasma sel inang; RNA – (tidak bisa membentuk protein) akan menuju inti dan di reverse transkriptase menjadi RNA +. Virus baru yang terbentuk akan ditempelkan pada bagian permukaan sel inang dan lepas oleh enzim neuromidase (NA); residu asam sialat yang memegang protein HA dipotong oleh NA.

Obat antivirus influenza A

     Obat antivirus influenza A didasarkan pada prinsip inhibisi pada protein NA2 dan M2. Oleh karena itu obat antivirus influenza A dibagi menjadi : 1. Inhibitor NA2 contoh : Oseltamifir (nama dagang Tamiflu) dan Zanamifir (Relenzar). 2. Inhibitor M2 contoh : amantadmil dan rimantadin. Berperan menjaga endosom tdak pecah (tidak terjadi virus uncounting).  Obat-obat tidak membunuh virus, hanya menghambat replikasi; dalam keadaan penghambatan ini memungkinkan tubuh membuat banyak antibodi. Hal ini mengindikasikan diagnoza awal pasien + atau – penting sekali. 

Special thank’s to : Yermia S. Mokosuli, S.Si, M.Si & Drs.H.M. Sumampouw, M.Pd  sebagai dosen dan pemberi materi

Presented By : Raldo Rasuh

 

 

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: